Karya: Al-Fath Khabiburahma
Di pagi hari yang cerah ini, Ana dan Santi berjalan-jalan di lingkungan rumah. Mereka akan mengerjakan tugas besama-sama.Ana dan Santi mengerjakan tugas Browsing di Internet.
Ana dan Santi bingung karena mereka tidak mempunyai HP atau internet apapun. “Aduh… bagaimana ini, kita harus mengerjakan tugas ini dengan menggunakan internet. Kita kan tidak punya HP.” Kata Ana. “Aku juga tidak tahu.” Ujar Santi.
Ketika berjalan-jalan sambil memikirkan tugas, tiba-tiba ada Dista lewat. “Dista…!Sini.” Teriak Ana. “Ada apa Ana?” jawab Dista. “Kamu sudah mengerjakan tugas dari bu guru?” tanya Ana. “Belum. Aku juga sedang memikirkan bagaimana cara mengerjakan tugas itu. Aku kan tidak punya HP.” Jawab Dista. “Bagaimana kalau kita mengerjakannya bersama-sama Dista.” Ujar Santi. “Ya, boleh. Tapi bagaimana caranya?” Tanya Dista. Mereka terdiam sejenak. Tiba-tiba Santi memunculkan ide. “Ya aku tahu, bagaimana kalau kita pergi ke Warnet yang ada di Gang Mangga itu.” Ujar Santi dengan wajah gembira. “Ya ide bagus! Ayo kita kesana!” Ajak Dista.
Mereka bertiga berjalan menuju warnet. Sesampainya di situ, ternyata warnet itu tutup. Mereka bertiga bingung, seketika ada ibu ibu yang lewat.’’Permisi Bu,boleh saya bertanya? Biasanya warnet ini buka jam berapa ya bu?’’ Tanya Dista.”Ohh…Warnet ini biasanya buka jam tiga siang dek.”jawab ibu itu.”Terima kasih bu atas informasinya.” Jawab Dista. Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pulang dan berkumpul lagi jam tiga siang nanti.
Waktu telah menunjukkan jam tiga siang mereka berkumpul kembali di warnet itu. “Ayo kita masuk!” ajak Ana. Mereka bertiga masuk dan mulai mengerjakan tugasnya. Beberapa menit kemudian mereka mulai bosan dengan tugas yang sangat banyak itu. Padahal mereka baru mengerjakan setengah dari tugas mereka. “Ahh…bosan deh.Bagaimana kalau kita main game dulu.”kata Dista. “Ya ide yang bagus itu. Ayo kita main permainan sebentar, baru ngerjain tugas.” kata Santi. “Ya benar.” serentak Ana dan Dista.

Mereka bermain sampai menjelang sore. Sampai mereka lupa dengan tugas mereka.”Dek…sudah waktunya warnet tutup.”kata pemilik warnet. Mereka bertiga kaget sekaligus bingung. “Hahh…apa ini udah sore?”kata Ana dengan bingung.”Sudah dek,ini sudah jam lima sore udah waktunya warnet tutup.’’ujar pemilik warnet.
Mereka bertigapun beranjak pulang dengan bingung karena tugas mereka belum selesai. Ketika di perjalanan pulang mereka kebingungan. “Bagaimana ini,kita belum mengerjakan tugas,bisa- bisa kita akan dimarahi bu guru “kata Dista dengan wajah lesu. “Iya,ini gara-gara kita kelamaan bermain game.” Jawab Dista dengan menyesal.
Keesokan harinya bu guru masuk ke kelas seperti biasa. Ketika bu guru menyuruh tugas untuk dikumpulkan,murid-murid langsung mengumpulkan tugasnya dengan cepat kecuali Ana,Santi,dan Dista. “Siapa yang belum mengerjakan tugas? Ayo maju ke depan!” Kata bu guru. Ana, Santi, dan Dista maju ke depan dengan rasa malu dan menyesal. “Kenapa kalian tidak mengerjakan tugas!” Kata bu guru dengan tegas. “Kami tadinya ingin mengerjakan tugas bersama-sama di warnet, tapi kami malah bermain game sampai sore.” Jawab Santi. “Sekarang bu guru hukum kalian lari tiga kali memutari lapangan.” Suruh bu guru. Mereka tercengang kaget. Tapi mereka harus bagaimana lagi, mereka harus melaksanakan perintah dari bu guru.
Setelah melaksanakan hukuman itu, mereka kembali masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran seperti biasa. Ketika pelajaran, bu guru memberi tugas untuk mencari berita terbaru di Internet. Bu guru menyuruh untuk mengerjakan secara berkelompok dan setiap kelompok jumlahnya tiga orang. Bu guru mengingatkan agar tidak ada yang belum mengerjakan tugas lagi.
Ana, Sinta, dan Dista mereka bekerja kelompok bersama. Sekarang mereka sudah sadar bahwa tugas itu harus segera dikerjakan, tidak diselingi dengan bermain game.
Keesokannya, bu guru masuk ke kelas untuk mengajar. Ketika bu guru menyuruh tugasnya untuk dikumpulkan, Ana, Santi, dan Dista mengumpulkannya dengan cepat. Mereka bertiga senang dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.
