Kabar

Penerapan Pendidikan Karakter SMP Negeri 2 Kramat

Tim Jurnalistik CEMERLANG mewawancarai Kepala SMP Negeri 2 Kramat (Foto: Dinda)

SMP Negeri 2 Kramat beralamat  di Jalan Beringin No. 04 Babakan Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal. Sekolah ini dipimpin oleh Setia Aji yang mulai menjabat sebagai Kepala Sekolah sejak 10  Februari 2016.  Setia Aji merupakan sosok kepala sekolah yang tegas, displin, arif, dan bijaksana. Dalam kepemimpinannya Setia Aji  menerapkan pendidikan berkarakter. Setia Aji mengatakan bahwa pendidikan berkarakter merupakan pendidikan yang bertujuan untuk membentuk generasi penerus, penyempurnaan diri individu, dan melatih kemampuan diri menuju ke arah yang hidup lebih baik sesuai dengan UU pasal 3 No. 20  tahun 2003.

Wujud pendidikan berkarakter SMP Negeri 2 Kramat meliputi nilai-nilai religius, kreativitas, kerja keras, dan demokratif. Dengan adanya pendidikan berkarakter Setia Aji mengharapkan para siswa mempunyai SDM yang unggul dan berprestasi sehingga Indonesia bisa menjadi negara yang maju.

Contoh penerapan pendidikan karakter SMP Negeri 2 Kramat, diawali dengan berjabat tangan  antara siswa dengan para guru di halaman sekolah saat menyambut kehadiran siswanya di pagi hari. Sebelum kegiatan belajar mengajar diawali dengan berdoa, Tadarus Al-Qur’an, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Penerapan nilai-nilai religius SMP Negeri  2 Kramat juga berupa salat Zuhur berjamaah, Pengajian Akbar, peringatan Isra Mi’raj,dan pelatihan penyembelihan hewan kurban. Sedangkan penerapan pendidikan karakter nilai-nilai kerja keras dan demokratif berupa gotong royong untuk membuat taman dan Jumat berkarakter. Adapun jumat berkarakter SMP Negeri 2 Kramat meliputi Jumat sehat, Jumat bersih, Jumat beryasin, dan Jumat literasi Upaya mendukung pendidikan berkarakter SMP N 2 Kramat menerapkan semboyan lima S yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.

Upaya peningkatan penerapan pendidikan karakter siswa, Setia Aji mengajak kolaborasi dengan instansi lain di sekitar wilayah SMP Negeri 2 Kramat. Misalnya dengan mendatangkan Pembina upacara dari Koramil Kramat. Hal ini bertujuan untuk mendisiplinkan siswa SMP Negeri 2 Kramat. Sebagai Pembina upacara bendera, Senin (19/08/19) adalah Suharto dari Danramil Kramat. Beliau menyampaikan semangat kemerdekaan bagi generasi penerus dengan menghindari tawuran,  narkoba dan merokok. (Alfan Nur Fajri/VIII B)

Kabar

Pembinaan Karakter Siswa SMP Melalui Pelatihan Diseminasi se-Kabupaten Tegal

Siswa SMP se-Kabupaten Tegal mengikuti pelatihan diseminasi integrasi nasionalisme dan karakter bangsa, pendidikan anti korupsi dan lalu lintas (Foto: Ines)

Slawi- Siswa SMP Negeri 2 Kramat mengikuti pelatihan Diseminasi, Intregasi, Nasionalisme, dan Karakter bangsa, Pendidikan anti korupsi, dan Pendidikan lalu lintas. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh siswa SMP se-Kabupaten Tegal yang bertempat di Gedung Serba Guna “PC Muslimat NU” Kabupaten Tegal, Kamis (22/08/19). Pelatihan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal dengan menghadirkan narasumber dari Polres Kabupaten Tegal yaitu Prio Dwi Susanto.

Dalam pelatihan ini Prio Dwi Susanto menyampaikan tentang aturan lalu lintas dan pelanggarannya. Menurut beliau bahwa siswa SMP dilarang untuk mengendarai sepeda motor. Hal ini dikarenakan mereka belum mempunyai SIM (Surat Izin Mengemudi) dan pola pikir yang belum stabil sehingga rawan kecelakaan.

Selain itu, banyak juga masyarakat yang melanggar aturan-aturan lalu lintas sehingga, banyak terjadi kecelakaan di jalan raya. Sesuai peraturan lalu lintas untuk para pengendara diharuskan memiliki SIM dan memenuhi persyaratan sesuai dengan pasal 77 ayat 1 UU RI No.22 Tahun 2009. Beliau juga berpendapat bahwa kecelakaan di dahului oleh sebuah pelanggaran. Oleh karena itu, para pengendara motor dilarang mengemudi bila dalam keadaan pengaruh alkohol, emosional, lelah/mengantuk. Prio Dwi Susanto berpesan bahwa pengendara motor tidak usah ngebut-ngebutan, hilangkan rasa penasaran, dan selalu fokus bila mengendarai sepeda motor.

Prio Dwi Susanto selain membahas lalu lintas juga membahas anti korupsi. Untuk menghindari korupsi di lingkungan tertib lalu lintas, maka jika pengendara terkena tilang beliau mengajarkan cara untuk membayar denda melalui proses Etilang.

Di akhir pelatihan Prio menginformasikan akan ada operasi patuh di seluruh Indonesia mulai 19 Agustus sampai dengan 11 September 2019. (Ines Novelia Putri/VIII J)

Wawancara

Simpulan Wawancara Siswa SMP Negeri 2 Kramat mengenai Literasi Digital di Sekolah

Salah satu anggota tim Jurnalistik CEMERLANG mewawancarai siswa kelas 7, 8, dan 9. (Foto: Dinda)

Berdasarkan hasil wawancara dengan perwakilan siswa kelas 7, 8, dan 9 disimpulkan bahwa Literasi  berbasis digital sudah diterapkan di SMP Negeri 2 Kramat. Namun belum semua mata pelajaran menerapkan sistem digital tersebut. Penggunaan literasi digital ini hanya dalam hal tertentu saja.

Penggunaan literasi berbasis digital di SMP Negeri 2 Kramat baru digunakan oleh siswa dan guru-guru tertentu.  Contohnya pada pembelajaran PPKn, IPS, Seni Budaya, Pendidikan Agama Islam, dan Bahasa Indonesia.

Tujuan dari penggunaan literasi digital dalam KBM adalah untuk mempermudah siswa dalam  memahami dan mempertajam pola pikir pandangan mereka terhadap objek yang dipelajari. Upaya yang mendukung program peningkatan keterampilan literasi berbasis digital tidak hanya itu, di SMP Negeri 2 Kramat  juga diterapkan pada pembelajaran TIK, serta absensi siswa yang sudah berbasis digital dalam bentuk aplikasi. Penggunaan literasi berbasis digital ini perlu ditingkatkan lagi dengan cara guru lebih sering memberikan tugas untuk browsing internet saat pembelajaran. (Meylin Nurfadhilah/VII A)

Opiniku

Pendapat Tim Jurnalistik CEMERLANG mengenai Literasi SMP Negeri 2 Kramat

Kami dari  tim Jurnalistik Cemerlang SMP Negeri 2 Kramat, ingin menyampaikan tentang peningkatan literasi di sekolah. Menurut kami, peningkatan literasi di SMP Negeri 2 Kramat sudah cukup baik, karena sudah menerapkan literasi berbasis digital. Tak hanya itu, siswa juga sudah menerapkan literasi membaca di perpustakaan. Didalam perpustakaan, siswa harus mematuhi tata tertib perpustakaan, salah satunya untuk tidak makan dan mimum di dalam perpustakaaan dan dilarang berisik ketika di dalam perpustakaan, Karena dapat mengganggu konsentrasi siswa lain yang sedang membaca. Perputakaan juga memberi peraturan didalam peminjaman buku, yaitu untuk mengembaikan buku dengan tepat waktu dan untuk tidak merusak serta menghilangkan buku. Jika ada siswa yang melanggar tata tertib itu maka akan di kenai sanksi. Tujuan dari tata tertib ini adalah untuk melatih kedisiplinan siswa.

 Sekolah kami juga mengadakan penghargaan (reward) kepada siswa yang suka membaca di perpustakaan. Penghargaan itu dilakukan setiap satu semester. Penghargaan ini sudah menjadi kegitan rutin di sekolah. Tujuan dari reward ini adalah untuk meningkatkan semangat membaca siswa dan untuk meningkatkan kegemaran membaca siswa.

Jadi kesimpulnnya ialah peningkatan literasi siswa SMP Negeri 2 Kramat sudah cukup baik, karena siswa di sekolah kami sudah menerapkan literasi digital dan literasi membaca di perpustakaan dengan baik. Mulai dari kelas 7,8 maupun  kelas 9.

Kabar

Upacara Peringatan HUT Ke-74 RI se-Kecamatan Kramat

Kramat, Tegal- Upacara pengibaran dan penurunan bendera dalam rangka memperingati HUT Ke-74 RI dilaksanakan Sabtu (17/8/19). Tempat pelaksanaanya di lapangan Desa Babakan Kecamatan Kramat. Pengibaran ini dimulai  pukul 09.00 WIB. Dan upacara penurunan dimulai pukul 15.30 WIB. Upacara ini diikuti siswa SD, SMP, SMA,  anggota Korpri disertai perwakilan Koramil dari Kecamatan Kramat.

Pengibaran sang Saka Merah Putih pada upacara HUT Ke-74 RI di Lapangan Babakan, Kec. Kramat, Kab. Tegal
Upacara peringatan HUT Ke-74 RI di lapangan Babakan (Foto: Aisy)

Pembina upacara pengibaran dan penurunan bendera adalah Camat Kramat. Upacara ini dimulai dengan latihan penghormatan. Pengibaran dan penurunan bendera dilakukan oleh paskibra dari SMA N 1 Kramat. Sedangkan lagu Indonesia Raya dinyanyikan oleh Paduan Suara dari SMK Muhammadiyah Kemantran. Selain itu, upacara juga diiringi oleh Marching Band dari SMP Negeri 2 Kramat.

Tujuan upacara ini, untuk mengingat sejarah perjuangan para pahlawan, dan menghargai jasa para pahlawan. Upacara pengibaran bendera bermulai dari penghormatan umum dilanjut dengan pengibaran bendera merah putih dan diakhiri dengan detik-detik proklamasi. (Alfath Khabiburahma/VIII A)

Kearifan Lokal

Kupat Bongkok Penggugah Selera

Kupat Bongkok merupakan kuliner khas Tegal yang berasal dari Desa Bongkok, Kecamatan Kramat. Salah satu penjual kupat Bongkok yang terkenal di daerah Kramat yaitu Rantes. Rantes berasal dari Desa Babakan. Rantes berjualan di pinggir gerbang Desa Babakan. Kupat Bongkok ini berasal dari beras yang dibungkus dalam daun pisang dan dikukus di atas air mendidih. Setelah matang lontong disajikan di mangkok atau plastik bersamaan dengan sambal goreng mie, sambal goreng tempe, dan taoge serta air rebusan tempe. Sebagi pelengkap, Rantes menyediakan kecap, sambal, dan kerupuk mie secara terpisah. Menurut Rantes agar kupat Bongkoknya lebih sedap, dipilih bahan-bahan yang berkualitas.

Isi kupat Bongkok (Foto: Meylin)

Rantes berjualan kupat Bongkok selama 9 tahun. Pada awalnya Rantes bejualan keliling menggunakan sepeda selama 7 tahun, sementara saat ini Rantes berjualan mangkal di pinggir gerbang Desa Babakan. Rantes memulai berjualan dari pukul 06.00 sampai pukul 09.00.

Alasan Rantes berjualan kupat Bongkok yaitu, untuk membantu perekonomian keluarga. Selain itu berjualan kupat Bongkok sudah menjadi warisan turun temurun keluarga Rantes. Ternyata suami Rantes juga berjualan kupat Bongkok keliling di desa lain. Jadi keduanya saling membantu dalam membuat kupat Bongkok. (Meylin Nurfadhilah/VII A)